Jumat, 03 Agustus 2018

48 Mahasiswa KPM, ditempatkan di Desa Latimojong Enrekang

IAIN Parepare--- Pemberangkatan gelombang terakhir mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare tertuju pada kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Dari jumlah keseluruhan 901 mahasiswa KPM 2018, sebanyak 48 mahasiswa ditempatkan pada desa Latimojong, Enrekang. Mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa pilihan mengingat cuaca serta medan perjalanan pada desa Latimojong yang cukup menantang.

[caption id="attachment_8447" align="alignnone" width="300"] (Foto: Pemindahan barang, pemberangkatan mahasiswa KPM bekerjasama dengan Batalyon Infanteri 721/Makkasau atau Yonif 721/Makkasau)[/caption]

Desa Latimojong merupakan desa binaan IAIN Parepare yang sebelumnya telah dilakukan penandatangan MoU (Memorandum of Understanding) pada tahun 2017. Penempatan mahasiswa KPM IAIN Parepare menjadi bukti perwujudan serta konsistensi terhadap MoU tersebut. Hal tersebut dijelaskan oleh Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan saat memberi sambutan pada penerimaan mahasiswa KPM di Pendopo Bupati, Kamis (02/08) .
“KPM ini merupakan hasil perwujudan kerjasama antara pemerintah kabupaten Enrekang dengan IAIN Parepare. Setahun yang lalu kita telah mendatangani MoU piagam kerjasama untuk menjadikan desa Latimojong sebagai desa atau wilayah binaan dari IAIN Parepare, kami konsisten menunaikan surat kerjasama itu”, ungkap Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan.

Selain menempatkan mahasiswa KPM, IAIN Parepare juga telah menerima 10 orang penduduk desa Latimojong sebagai mahasiswa baru melalui jalur khusus penerimaaan dimana mahasiswa baru tersebut diterima tanpa harus mengikuti tes (bebas tes masuk). 10 mahasiswa tersebut diterima pada 3 program studi (Prodi) yaitu Prodi Jurnalistik Islam, Prodi pengembangan masyarakat Islam dan Prodi manajemen zakat dan wakaf. “Insyaallah, mahasiswa dari desa Latimojong kami terima dari 3 program studi yang kami anggap program studi yang memang relevan dengan kebutuhan kabupaten Enrekang ini,” tambah Ahmad Sultra Rustan.



Sementara Bupati Enrekang, Muslimin Bando mengaku senang terhadap penerimaan mahasiswa baru tersebut dan berharap kepada mahasiswa KPM dapat mengubah pola pikir (mindset) masyarakat desa Latimojong. “Ubah mindset, pola pikir, karakter, budaya yang tidak menguntungkan di Latimojong. Ubah pemikirannya di sana, kerja-kerja fisik saya tidak terlalu menuntut tapi perubahan mindset (pola pikir) ini yang saya harapkan termasuk gaya hidup dan cara penampilan,” harapnya.
Perubahan pola pikir tersebut diharapkan seluruh masyarakat khususnya pada kaum remaja agar terhindar dari tindakan putus sekolah dan meningkatkan kepedulian akan pentingnya pendidikan guna kehidupan yang lebih baik.

Senin, 30 Juli 2018

Lihat, Pengumuman Jalur Mandiri

Berikut Daftar Nama yang:
DINYATAKAN LULUS 

DAFTAR NAMA YANG DINYATAKAN LULUS BERSYARAT

DAFTAR NAMA YANG DITERIMA MELALUI JALUR KHUSUS

Peserta yang dinyatakan lulus seleksi di IAIN Parepare melalui jalur Mandiri dapat melakukan heregistrasi (pendaftaran ulang) di Gedung Sekretariat Panitia PMB SPAN-UM PTKIN 2018 pada tanggal 30 Juli sampai 03 Agustus 2018 dengan membawa berkas sebagai berikut:


  1. Kartu Tes

  2. Foto copy Ijazah yang telah dilegalisasi (bagi lulusan 2018 yang belum menerima ijazah dapat menyetor fotocopy SKHU/SKL yang sudah dilegalisasi) sebanyak 1 lembar.

  3. Fotocopy Kartu Keluarga

  4. Membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT):

  5. Untuk Program Studi: (1) Tadris Matematika; (2) Tadris IPA; (3) Pendidikan Agama Islam; (4) Tadris Bahasa Inggris; (5) Pendidikan Islam Anak Usia Dini; (6) Pendidikan IPS; (7) Manajemen Pendidikan Islam; (8) Hukum Keluarga (Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah); (9) Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah); (10) Perbankan Syariah; (11) Hukum Tata Negara (Siyasah); (12) Ekonomi Syariah; (13) Hukum Pidana Islam (Jinayah); (14) Manajemen Keuangan Syariah; (15) Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah; (16) Akuntansi Syariah; (17) Pariwisata Syariah; (18) Komunikasi dan Penyiaran Islam; (19) Bimbingan dan Konseling Islam; (20) Manajemen Dakwah; (21) Pengembangan Masyarakat Islam; (22) Sosiologi Agama; dan(23) Jurnalistik Islam, yaitu: sebesar Rp. 1.325.000,-.



  1. Untuk Program Studi: (1) Pendidikan Bahasa Arab; (2) Sejarah Peradaban Islam; (3) Bahasa dan Sastra Arab; dan (4) Manajemen Zakat dan Wakaf, yaitu: sebesar Rp. 1.075.000,-.



 

Pemberangkatan Peserta KPM, IAIN Parepare Ajak Kerjasama Korem 142 Tatag

IAIN Parepare--- Ratusan mahasiswa peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Institut Agama Islam Negeri Parepare diberangkatkan menuju target lokasi KPM, Senin (30/07). Sebanyak 901 peserta KPM akan diberangkatkan secara bertahap selama 4 hari di kabupaten Sidrap dan Enrekang, Sulawesi Selatan.



 



Pada hari pertama, pemberangkatan difokuskan pada  tiga kecamatan kabupaten Sidrap yakni kecamatan Tellu Limpoe, Dua Pitue, Panca Rijang dan Watang Pulu Pemberangkatan peserta KPM bekerjasama dengan Batalyon Infanteri 721/Makkasau atau Yonif 721/Makkasau yang merupakan satuan tempur batalyon infanteri yang berada dalam jajaran teritorial Korem (Komando Resort Militer) 142/Tatag Kodam VII/Wirabuana. Kerjasama tersebut dilakukan dalam rangka mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan preventif terhadap radikalism.



Dr. Ahmad Sultra Rustan selaku Rektor IAIN Parepare dalam sambutannya saat upacara pelepasan peserta KPM (28/07) menegaskan agar mahasiswa tetap menegakkan kode etik mahasiswa di lokasi KPM. "Saya berharap kita semua jangan salah masuk. Masuklah dengan sebaik-baiknya dan sopan. Bawalah tagline kita yaitu Melebbi Warekkadanna, Makkiade Ampena, yang berarti santun dalam berbicara, sopan dalam berperilaku.  Di dalamnya melekat kode etik kita, dan bagi yang melanggar akan diminta meninggalkan lokasi, serta tidak bisa melanjutkan kegiatan yang secara otomatis yang bersangkutan dinyatakan tidak lulus dalam KPM," tegas Ahmad Sultra Rustan.

[caption id="attachment_8422" align="alignnone" width="300"] Foto Penyematan tanda peserta KPM (Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan, M. Si)[/caption]

Sementara Dr Zainal Said, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) IAIN Parepare berharap KPM 2018 ini dapat berjalan dengan lancar. “Kami harapkan agar peserta menjaga kebersamaan sesuai dengan arahan pada pembekalan dan teori yang selama ini diperoleh bisa diaplikasikan di masyarakat. Karena pada dasarnya kita akan berkuliah di tengah-tengah masyarakat,” harapnya saat memberi sambutan (28/07).

 

Kamis, 26 Juli 2018

Inovasi Tarbiyah Award 2018

IAIN Parepare--- Jurusan Tarbiyah dan Adab Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar pembukaan Tarbiyah Award di Aula IAIN Parepare, Rabu (25/07). Tarbiyah Award merupakan kegiatan rutin jurusan yang dilakukan sekali dalam setahun.

Dengan bertajuk meraih mimpi, kegiatan Tarbiyah Award tahun 2018 berbeda dengan tahun sebelumnya. Hal tersebut dijelaskan oleh Ketua panitia, Ali Halidin. "Tahun ini, Alhamdulillah bukan hanya prestasi dalam bidang akademik saja tetapi kita sudah merambah kepada pengabdian masyarakat dan standar keilmuan yang ada," ungkapnya saat diwawancarai usai pembukaan.

Adapun yang membedakan dengan Tarbiyah Award tahun sebelumnya, adanya rangkaian kegiatan penganugerahan guru  honorer  yang memiliki dedikasi terhadap pendidikan. "Kami bekerja sama dengan Diknas dan Kemenag (Kementerian Agama) kota Parepare  tentang penganugerahan guru berdedikasi, kita ingin memberi apresiasi kepada guru terutama honorer," jelas Ali Halidin, Ketua Panitia.

Selain itu, terdapat pula lomba untuk mahasiswa terkait pembuatan desain media pembelajaran dari bahan limbah serta workshop desain pembelajaran yang rencananya akan dilaksanakan pada awal bulan Oktober.



Dalam bidang prestasi akademik mahasiswa terdapat tiga penilaian diantaranya penilaian  indeks prestasi, kemampuan akademik sesuai dengan Program studi (Prodi) mahasiswa seperti penguasaan bahasa, serta kemampuan bakat ataupun skill.  Sementara Ketua jurusan Tarbiyah dan Adab, Bahtiar melihat adanya inovasi yang dilakukan oleh panitia. "Apa yang dilakukan oleh panitia saat ini inovasi-inovasi yang luar biasa. Kegiatan ini bukan hanya penguatan akreditasi, untuk  masyarakat internal tetapi juga masyarakat eksternal, ada sumbangsih," ungkapnya saat menyampaikan sambutan.

[caption id="attachment_8411" align="alignnone" width="300"] Foto sisi tengah, Bahtiar (Ketua Jurusan Tarbiyah dan Adab)[/caption]

[caption id="attachment_8412" align="alignnone" width="300"] Foto: salah satu mahasiswa dalam sesi lomba debat bidang prestasi akademik[/caption]

Senin, 23 Juli 2018

Workshop Kajian Naskah Bahasa Arab, Mahasiswa diharap Mampu Telusuri Sumber Sejarah

IAIN Parepare--- Program studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) jurusan Tarbiyah dan Adab Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare mengadakan workshop kajian naskah bahasa Arab, Senin (23/07).

Kegiatan berlangsung di ruang seminar gedung Tarbiyah yang diikuti sebanyak 30 peserta. Ketua panitia, Khusnul Khatimah mengungkapkan, "kegiatan ini diprioritaskan agar mahasiswa terampil dalam membaca kitab kuning sebagai salah satu sumber naskah untuk sejarah peradaban Islam," jelasnya saat jeda (istirahat) kegiatan.



Rencananya workshop akan berlangsung hingga 28 Juli mendatang. Dengan mengundang salah satu dosen Pendidikan Bahasa Arab yaitu Kaharuddin Ramli, M. Pd. I sebagai narasumber. Selain itu, pembelajaran workshop tidak hanya dilakukan dalam ruangan (indoor) tetapi juga outdoor (di luar ruangan) yang turut dipandu oleh instruktur alumni mahasiswa pendidikan bahasa Arab.



Sementara ketua penanggung jawab Prodi Sejarah Peradaban Islam, Musyarif melihat antusias para peserta workshop. "Anak-anak itu punya antusias untuk mengikuti kegiatan ini bahkan dari awal kita menargetkan hanya untuk semester dua. Ternyata anak-anak kita ini punya minat yang besar untuk mengetahui bahasa sebagai alat menelusuri  referensi-referensi Arab pada khususnya mengenai sejarah," ungkapya.

Lebih lanjut Musyarif berharap agar  mahasiswa mampu menelusuri  sumber-sumber sejarah seperti situs-situs lontara baik yang menggunakan bahasa Arab ataupun bahasa klasik seperti bahasa Bugis.

 

 

 

 

 

Jumat, 20 Juli 2018

Ujian CBT Upaya Seleksi Kualitas Mahasiswa Baru

IAIN Parepare---Ujian Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) jalur mandiri tahun 2018 dilaksanakan di Laboratorium ICT IAIN Parepare, Jum'at (20/07). Ujian yang dimulai tanggal 19 Juli 2018 akan berlangsung selama enam hari.

Pelaksanaan ujian dibagi menjadi 3 sesi dalam sehari yakni 60 orang per sesi. Pembagian dilakukan dikarenakan ujian menggunakan sistem CBT (Computer Basic Test) yang harus didukung oleh komputer dan jaringan internet.

Jalur mandiri merupakan jalur terakhir dalam penerimaan mahasiswa baru. Sekitar 1050 lebih jumlah pendaftar calon mahasiswa baru yang diharuskan mengikuti ujian CBT.  Secara keseluruhan jumlah mahasiswa yang akan diterima untuk tahun akademik 2018/2019 sebanyak 1435 orang sementara pada jalur mandiri hanya akan diterima sekitar 25% dari kuota yang telah ditetapkan.

Menurut Muhammad Djunaidi selaku Pelaksana tugas (Plt) Wakil Rektor I, pelaksanaan ujian CBT pada umumnya selalu dilakukan pada PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri). Hal tersebut dilakukan guna peningkatan kualitas input (masukan) mahasiswa yang tentunya akan berpengaruh pada kualitas output (keluaran).  "Kita harapkan adalah peningkatan kualitas karena dari sisi kuantitas jumlah peminat (pendaftar) itu sudah sangat lumayan tidak sebanding antara jumlah kuota yang tersedia dengan jumlah pendaftar sehingga dilakukan seleksi yang sangat ketat dan obyektif," jelas Muhammad Djunaidi saat memantau langsung ujian jalur Mandiri (19/07).

Reporter: Megawati

Editor : Hayana

 

Kamis, 19 Juli 2018

Communication Fair jadi Ajang Apresiasi Karya

IAIN Parepare--- Ratusan karya yang berupa Audio, Photo, maupun audio visual dipamerkan dalam Communication fair di Auditorium IAIN Parepare, Kamis (19/07). Diikuti oleh mahasiswa Program studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) serta Prodi Jurnalistik Islam (JI) yang tergabung dalam beberapa mata kuliah seperti mata kuliah dasar-dasar fotografi, mata kuliah perencanaan dakwah, mata kuliah produksi siaran radio & TV serta mata kuliah Teknik Editing.



Communication Fair merupakan kegiatan pertama kali dilakukan dan menjadi ajang apresiasi karya terbaik mahasiswa. Muhammad Restu Singgih salah satu pemenang kategori The Best Jingle radio mengungkapkan kegiatan Fair Communication merupakan awal baik untuk Prodi KPI yang bekerja sama dengan Prodi JI, "inilah awal dan wadah mereka untuk menampilkan karya terbaik mereka. Saya harap kegiatan ini dapat berlanjut dan kegiatannya lebih besar lagi," ungkapnya.



Meskipun karya yang dihasilkan merupakan tuntunan tugas mata kuliah, namun Nurhakki selaku Penanggung jawab Prodi Komunikasi Penyiaran Islam berharap agar karya-karya tersebut bukan hanya dibuat untuk mendapatkan nilai semata. "Kita berharap karya itu bukan hanya untuk mendapatkan nilai, tetapi bagaimana karya-karya itu bisa dilirik oleh industri media, apakah media cetak maupun media elektronik," ujar Nurhakki saat memberi sambutan.



Sementara Ketua jurusan Dakwah dan Komunikasi, Muhammad Saleh yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengungkapkan apresiasinya terhadap karya-karya yang dihasilkan oleh para mahasiswa dan berharap agar mahasiswa jurusan Dakwah dan Komunikasi tetap terus berkarya.