Tampilkan postingan dengan label Academic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Academic. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Februari 2019

IAIN Parepare Juara II Tingkat Nasional

IAIN Parepare--- Pra kongres Forum Komunikasi Nasional Komunikasi dan Penyiaran Islam (Forkomnas KPI) yang dilaksanakan di Purwokerto membawa kabar gembira.

Pasalnya, dalam kegiatan tersebut juga dirangkaikan lomba yang diikuti seluruh Program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta se Indonesia.



Enam mahasiswa delegasi IAIN Parepare yang turut ikut dalam kegiatan tersebut. Salah satu di antaranya Amrihani mahasiswa Prodi KPI Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare berhasil meraih juara II pada lomba penyiar radio.

“Alhamdullilah sangat bersyukur bisa mendapat juara di ajang nasional ini dan bisa bertemu dengan teman-teman KPI Se Indonesia. Rasa haru, senang menyelimuti perasaan dan sampai saat ini seperti tidak percaya bisa mendapatkan juara di ajang yang begitu luar biasa dan bersaing dengan teman-teman KPI Se Indonesia,” ungkapnya saat diwawancarai via whatsapp (23/02).

Amrihani mengaku banyak pengalaman dan pembelajaran setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Mudah-mudahan tahun depan bisa mengukir prestasi lagi dan ada generasi baru yang bisa mengikuti kegiatan forkomnas ini, karena ajang ini memberi banyak pengalaman dan pembelajaran untuk kita mahasiswa KPI,” harapnya.



Suharsono salah satu pengurus Pusat Forkomnas KPI yang juga mahasiswa IAIN Parepare mengaku penting untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
“Inilah salah satu prestasi yang kami persembahkan untuk almamater tercinta IAIN Parepare dalam bidang penyiaran, juga sebagai bukti kepada teman-teman KPI seluruh Indonesia bahwa IAIN Parepare juga bisa bersaing dan berkompetisi dengan teman-teman di tingkat nasional,” ungkapnya.

Delegasi KPI IAIN Parepare Ikuti Pra Kongres Forkomnas KPI

IAIN Parepare--- Enam mahasiswa Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Parepare ikut dalam Pra Kongres dan Musyawarah wilayah II Jateng-DIY yang berlangsung mulai 21 sampai 23 Februari 2019 di IAIN Purwokerto.

Pra kongres dilaksanakan dalam rangka pembentukan tim pelaksana kongres yang akan dilaksanakan di Bandung, termasuk penetapan kriteria calon ketua Forkomnas KPI.
Forum Komunikasi Nasional (Forkomnas KPI) merupakan forum atau wadah untuk pengembangan bakat dan potensi mahasiswa KPI.

Suharsono, salah satu pengurus pusat Forkomnas KPI mengungkapkan Forkomnas KPI sudah berjalan selama satu dekade atau 10 tahun dibawah bimbingan Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (ASKOPIS).

“Forkomnas KPI ini, kita kembangkan sebagai wadah silaturahmi dan ajang kompetisi PTKIN sesuai kompetensi KPI, dan alhamdulilah KPI IAIN Parepare termasuk didalamnya. Saya sebagai pengurus pusat sangat berharap dengan adanya FORKOMNAS-KPI ini semangat anak IAIN Parepare bisa memacu dan belajar lebih rajin untuk berkompetisi sesama anak KPI seluruh Indonesia,” jelas Suharsono, pengurus pusat Forkomnas KPI yang juga mahasiswa Prodi KPI IAIN Parepare.

Muhammad Ali Imran, salah satu delegasi IAIN Parepare mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. “Kegiatan Pra Kongres Forkomnas KPI ini sangat luar biasa karena dapat menyatukan mahasiswa Program Studi KPI di Seluruh Indonesia. Selain dalam rangka pra kongres kegiatan ini juga diselingi lomba,”ucapnya saat diwawancarai via whatsapp (23/02).

Kamis, 21 Februari 2019

Wisuda Perdana, Dirjen Pendis; Alumni IAIN Harus Memiliki Soft Skill

IAIN Parepare--- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar wisuda perdana di Auditorium IAIN Parepare, Kamin (21/02).

Sebanyak 532 wisudawan dan wisudawati terdiri dari empat fakultas yakni, Fakultas Tarbiyah, Ekonomi dan Bisnis Islam, Hukum Syariah, dan Ushluddin Adab dan Dakwah. Alumni Strata 1 (S1) berjumlah 511 orang dan program magister Pascasarjana 21 orang.

Rektor IAIN Parepare, DR Ahmad Sultra Rustan mengungkapkan pada wisuda perdana ini sebanyak 195 alumni berpredikat Cum-Laude atau dengan pujian.

Rektor berharap agar para wisudawan dan wisudawati tetap menjaga almamater kampus yang akulturasi budaya Islam teknologi informasi.

"Terus menjaga nama baik almamater kampus yang kita cintai, dengan memperkenalkan IAIN lebih luas ke masyarakat. Serta siap menghadapi tantangan global di era teknologi,"ucapnya saat memberi sambutan.

Hadir Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof DR Phil H Kamaruddin Amin, membawakan orasi ilmiah yang bertemakan Pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.



"Alumni IAIN harus memiliki kompetensi, soft skill untuk menghadapi era revolusi industri 4.0, kita tingkatkan salah satunya lewat pendidikan berkualitas," ungkap Dirjen Pendis.

Dalam wisuda ini, turut dirangkaikan peresmian gedung baru Auditorium yang berkapasitas 2.000 orang dengan anggaran senilai 17,5 miliar.



[caption id="attachment_9697" align="alignnone" width="300"] Turut hadir wakil walikota Parepare Pangerang Rahim beserta unsur jajaran pimpinan Daerah Kota Parepare, jajaran civitas akademik IAIN Parepare, serta para orangtua/wali alumni[/caption]





 

 

 

 

 

Rabu, 20 Februari 2019

Pelatihan Perdana Taekwondo disambut Antusias

IAIN Parepare--- Pelatihan perdana taekwondo IAIN Parepare bersama taekwondo pusat dilaksanakan di pelataran gedung Syariah IAIN Parepare, Selasa (19/02).

Puluhan peserta hadir mengikuti pelatihan perdana tersebut, termasuk anak-anak yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD).

DR Arqam selaku pembina mengungkapkan beberapa alasan perlunya taekwondo di IAIN Parepare.

"Pertama, untuk menunjang kejuaraan mahasiswa, kejuaraan antar Perguruan Tinggi dan kejuaraan nasional maupun internasional. Kedua, variasi aliran bela diri di kampus IAIN Parepare dan alternative pilihan bagi mahasiswa sebagai kegiatan ekstrakurikuler pada mahasiswa IAIN yang jumlahnya saat ini kurang lebih 8000 mahasiswa dan ketiga menjadi sarana sosialisasi dan promosi kampus kepada masyarakat luas," jelasnya saat diwawancarai di ruang website, Rabu (20/02).



Hadirnya Taekwondo ini diharapkan dapat menjadi bekal sebagai keterampilan tambahan mahasiswa khususnya dalam hal penguasaan olaraga bela diri selain penguasaan ilmu pengetahuan yang diperoleh dalam perkuliahan.

Taekwondo juga akan membentuk mahasiswa yang memiliki jiwa raga yang sehat dan kuat serta memiliki kepribadian maupun disiplin yang tinggi.



Salah satu mahasiswa yang turut menjadi pelatih utama dalam pelatihan perdana kemarin, Sonya Maretha Maitimu Putri sangat antusias dalam pelatihan tersebut.

"Bisa dibilang bela diri paling bergengsi dan elit karena sering dikombinasikan dengan dance juga. Bela diri yang berfokus sama kaki tapi bukan berarti kaki saja yang dipelajari," ujar Sonya yang akrab disapa Seonbae Ony.

Pelatihan dilaksanakan tiga kali dalam sepekan yakni hari Selasa, Kamis dan Ahad setiap pukul 16:00 Wita



 

Selasa, 19 Februari 2019

Jelang Wisuda Perdana IAIN Parepare, Rektor Silaturahim dengan sejumlah Alumni IAIN Parepare

IAIN Parepare--- Menjelang wisuda perdana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, sejumlah alumni STAIN Parepare yang kini berubah bentuk menjadi IAIN Parepare bertemu di ruang rapat lantai V Perpustakaan IAIN Parepare, Senin (18/02).

Hadir Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan yang didampingi Dr. Muhammad Saleh selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama.

 



“Pertemuan silaturrahim ini sebagai wadah untuk bagaimana kita menggaktifkan Pengurus Ikatan Alumni sekaligus dirancang pembentukan pengurus baru,” jelas Muhammad Saleh.
Dibentuknya pengurus ikatan alumni akan memberikan kontribusi positif baik kampus maupun alumni. Tersebarnya alumni di berbagai wilayah nusantara akan memudahkan jaringan komunikasi antara satu sama lain.

Rektor IAIN Parepare, DR Ahmad Sultra Rustan berharap agar pemilihan pengurus inti tidak berasal dari ASN yang bekerja di IAIN Parepare.

“Coba yang di luarlah, teman-teman di sini cukuplah pengurus yang melengkapi struktur yang ada jangan jadi ketua umum. Bagus kalau ketua umumnya bukan pegawai IAIN Parepare,” ucapnya memberi saran.



 

Senin, 18 Februari 2019

Panitia PMB 2019, Gelar FGD Sosialisasi Penerimaan Maba

IAIN Parepare--- Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) di lantai 5 Aula Perpustakaan IAIN Parepare, Senin (18/02).

Musyarif Ketua Panitia mengungkapkan FGD tersebut dilaksanakan dalam rangka sosialisasi penerimaan mahasiswa baru (Maba) terkait jalur SPAN, UM PTKIN dan Mandiri.



Ratusan peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan operator sekolah berasal dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah Negeri (MAN) ataupun pesantren, baik dari dalam kota maupun luar kota Parepare.

Di hadapan para undangan, Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan menjelaskan beberapa perubahan pasca perubahan bentuk dari STAIN menjadi IAIN.

Ahmad juga berharap agar kerjasama antara pihak sekolah dengan kampus terus ditingkatkan.

“Kami ingin mendapatkan mahasiswa yang unggul dari mereka yang berprestasi makanya ada jalur SPAN yaitu Seleksi Prestasi Akademik Nasional. Siswa-siswa yang berprestasi itu diterima tanpa melalui tes dan melakukan pembayaran pendaftaran Cuma ada persyaratan itu masing-masing sekolah harus mendaftar PDSS,” jelas Ahmad.

PDSS merupakan sistem informasi penyimpanan data nilai rapor siswa dalam rangka pendaftaran Seleksi Nasiona.

Ayo, Daftar Segera KPM I

Dalam rangka pelaksanaan program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM)I Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare Tahun 2019, maka kami sampaikan kepada mahasiswa calon peserta, bahwa :

  1. Pendaftaran dan pengisian formulir melalui sisfo kampus dengan menggunakan account masing-masing

  2. Bagi mahasiswa yang belum mencentang/program Mata Kuliah KPM agar menghubungi TIPD/ICT untuk dibantu proses pencentangan

  3. Calon pesertatelah lulus minimal 110 SKS.

  4. Calon peserta yang mencentang/program Mata Kuliah KPM tidak boleh mencentang/program Mata Kuliah selain PPL.

  5. Persyaratan administratif:

    • Kelayakan KPM dari Fakultas masing-masing

    • Foto copy bukti pembayaran SPP pada semester berjalan (bagi mahasiswa dengan sistem pembayaran UKT) dan bukti pembayaran KPM (bagi mahasiswa non UKT)

    • Pembayaran KPM dilakukan setelah mendapatkan surat kelayakan dari Dekan Fakultas masing-masing bagi mahasiswa dengan sistem pembayaran non UKT

    • Pas foto berwarna ukuran 3X4 (2lembar)

    • Berkas dibuat 2 rangkap

    • Berkas dimasukkan dalam map plastik warna biru untuk laki-laki dan warna merah untuk perempuan dan diserahkan pada panitia di Kantor LP2M

    • Berkas asli dibawa dan diperlihatkanpada panitia setelah melakukan pendaftaran melalui sisfo kampus untuk diverifikasi

    • Jadwal Kegiatan











































      No.Uraian KegiatanWaktu
      1Pendaftaran Online/SISFO01 Februari – 22 Februari 2019
      2Pemberkasan01 Februari– 08 Maret 2019
      3Pembekalan11 Maret – 14 Maret 2019
      4Pemberangkatan21 Maret 2019
      5Kegiatan di lokasi21 Maret – 30 April 2019
      6Penarikan30 April 2019
      7Pelaporan30 April – 10 Mei 2019


    • Klik untuk Lihat Pengumuman Asli



Rabu, 13 Februari 2019

IAIN Parepare Siap Terima Mahasiswa Baru

Humas IAIN Parepare--- Memasuki masa penerimaan mahasiswa baru, IAIN Parepare telah membentuk panitia khusus yang bertugas melayani masyarakat yang berminat melanjutkan pendidikannya di IAIN Parepare.

Melalui Surat Keputusan Rektor IAIN Parepare, Rektor menunjuk Musyarif sebagai ketua panitia dan Muh. Ali Rusdi sebagai sekretaris. Pada hari ini Selasa,12/2/2019 panitia melakukan rapat konsolidasi dan memantapkan persiapan yang akan dilakukan.

Disela-sela rapat, musyarif mengemukakan bahwa panitia mulai bekerja dan melakukan persiapan. “Kami sudah menentukan sekretariat sebagai pusat informasi dan pendaftaran dengan mengambil tempat di Gedung Akreditasi IAIN Parepare. Panitia akan bergerak cepat mensosialisasikan dan menginformasikan pendaftaran kepada masyarakat luas,” ucap Musyarif.

Dalam persiapan ini, panitia  telah menetapkan tahapan pendaftaran sesuai dengan juknis dari panitia nasional SPAN-UM PTKIN. Penerimaan mahasiswa baru 2019/2020 membuka 3 jalur tahapan seleksi pendaftaran, yaitu tahap I jalur seleksi prestasi akademik, dibuka tanggal 23 Januari-28 Februari 2019. Tahap II jalur ujian masuk online, tanggal 2-28 april 2019 dan tahap III jalur ujian mandiri pada tanggal 6 Mei-8 Juli 2019.

Ali Rusdi yang bertidak sebagai sekertaris panitia menyampaikan bahwa kuota mahasiswa yang akan diterima sebanyak 1.960 orang. Jumlah kuotanya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya ketika masih dalam bentuk STAIN.

Ali Rusdi optimis penerimaan mahasiswa baru IAIN Parepare akan membludak. Alasannya, minat masyarakat akan semakin meningkat seiring dengan perubahan bentuk dari STAIN menjadi IAIN.

Perubahan bentuk ini telah menempatkan IAIN Parepare setara dengan perguruan tinggi lain yang ada di Makassar.

"Kampus kita ini satu-satunya perguruan tinggi yang berstatus ‘NEGERI’ dan terakreditasi B di wilayah Ajatappareng", ungkap Ali Rusdi dengan semangat.

Pada tahun ini, IAIN Parepare membuka 4 fakultas dengan 27 program studi. Fakultas-fakultas tersebut  adalah Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah dan Fakultas.

Klik untuk Download Poster Informasi Pendaftaran

Klik untuk Download Brosur Pendaftaran

 

Prodi PBI Undang Coach Artikel Jurnal Bereputasi

IAIN Parepare---- Program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan workshop penulisan artikel jurnal bereputasi di ruang seminar fakultas Tarbiyah, Selasa (12/02). Puluhan peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa ikut dalam workshop ini.



Mujahidah selaku Ketua Penanggung jawab Prodi mengungkapkan workshop ini dilakukan guna menjawab kebutuhan dosen dan mahasiswa akan penulisan dan publikasi ilmiah.

"Memulai membiasakan dan menyadarkan mahasiswa akan pentingnya menulis dan memperkenalkan publikasi ilmiah. Harapannya agar semua peserta mendapat peluang yang sama untuk menghasilkan artikel yang siap dipublish. Karena sistem yang diaplikasikan adalah sistem coaching," ujarnya.

Adapun coach yang diundang dalam workshop tersebut yakni Ismail Suwardi Wekke, Ph. D dan Wahyu Hidayat, Ph. D

Rabu, 30 Januari 2019

Ubah Mental SDM melalui Rapat Koordinasi

IAIN Parepare--- Puluhan pejabat struktural Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare mengikuti rapat koordinasi bersama Rektor IAIN Parepare, Rabu (30/01).



Rapat tersebut merupakan rapat koordinasi pertama yang dilakukan usai pelantikan guna penyamaan persepsi antara pihak rektorat dengan struktural termasuk para Dekan fakultas.

"Kita ingin menjembatani mereka supaya mereka bisa sevisi atas pencapaian yang akan kita lakukan pada masa yang akan datang," ucap Ahmad Sultra Rustam, Rektor IAIN Parepare saat ditemui usai rapat.

[caption id="attachment_9558" align="alignnone" width="300"] Foto: saat wawancara, Rektor IAIN Parepare DR. Ahmad Sultra Rustan, M. Si[/caption]

Selain itu, dalam rapat tersebut juga dibahas garis-garis kebijakan, prosedur-prosedur yang harus ditempuh pasca berubah bentuk menjadi IAIN yang sebelumnya Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN).

"Hal yang terpenting adalah bagaimana mengubah mental Sumber Daya Manusia (SDM) kita yang ada. Bagaimana layaknya perilaku atau etika seorang pejabat ketika melayani masyarakat, " tambah Ahmad mengurai inti rapat.

 

 

"Mari kita bekerja dengan tetap mengikuti rambu-rambu yang ada,  tetap mengedepankan tagline kita yaitu malebbi warekkadanna makkeade ampena (Santun dalam Bertutur, Sopan dalam Bertindak"


-Rektor IAIN Parepare, DR. Ahmad Sultra Rustan, M. Si-



Senin, 28 Januari 2019

Pelantikan Kepala UPT dan PNS, Rektor IAIN Parepare Ajak Lakukan 3 Hal

IAIN Parepare--- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) angkatan 2018 di Ruang seminar Pascasarjana IAIN Parepare, Senin (28/01).



Sebanyak 6 orang PNS dan 3 orang jabatan Kepala UPT dilantik langsung oleh Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan. Disaksikan oleh Wakil Rektor I, Dr. Siti Jamilah dan Wakil Rektor II, Dr. Sudirman L serta para tamu undangan yang hadir.

Tiga jabatan kepala unit tersebut di antaranya, Usman Noer sebagai Kepala UPT Perpustakaan IAIN Parepare, Sufyaldy sebagai Kepala UPT Teknologi Informasi  dan Pangkalan Data (TIPD) dan Amzah sebagai UPT Bahasa.

[caption id="attachment_9548" align="alignnone" width="300"] Foto Rektor IAIN Parepare bersama Kepala UPT[/caption]

Sementara enam PNS yang turut mengikuti pengambilan sumpah di antaranya Zulfiqar Busrah,  Umaima, Muhammad Sabir, Emilia Mustary, Nahrul Hayat dan Muhammad Ismail.



“Apa yang saudara-saudara ucapkan adalah mengandung tanggung jawab terhadap bangsa dan Negara republik Indonesia, tanggung jawab dan memelihara pancasila, dan Undang-Undang Dasar tahun 1945 serta tanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyat. Sumpah ini selain disaksikan oleh diri sendiri dan kepada semua yang hadir saat ini juga disaksikan oleh Allah swt,” ucap Ahmad Sultra Rustan mengingatkan.



Ahmad juga mengajak turut melakukan tiga hal yakni moderasi agama, kebersamaan dan integrasi data. Hal tersebut berdasakan ajakan Menteri Agama Republik Indonesia saat Rapat keja nasional (Rakernas).

“Mari kita tidak kaku dalam beragama, mari kita toleransi antar umat beragama, tidak memaksakan atau paham kita pada orang lain. Mari kita juga menjaga kebersamaan. Bagaimana kita menempatkan kebersamaan ini dalam pembangunan segala bidang khusus di kampus kita ini. Kebersamaanlah yang akan menentukan percapaian tujuan yang sudah kita tetapkan di IAIN Parepare ini,” ajaknya sebelum menutup sambutan.

Kamis, 24 Januari 2019

Kemenag RI Beri Penghargaan IAIN Parepare Peringkat Pertama Laporan Keuangan

IAIN Parepare--- Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan menerima penghargaan peringkat pertama dalam pelaksanaan belanja negara dan pelaporan keuangan tahun 2018 oleh Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI).

Penghargaan tersebut diterima dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama tahun 2019 di Hotel Shanri-La Jakarta Pusat (Rabu, 23/01). Rakernas ini dihadiri 300 peserta dari unsur pimpinan satuan kerja Kementerian Agama mulai dari tingkat pusat hingga daerah.

Dikutip dari Kemenag.go.id, Menteri Lukman Hakim Saifuddin dan Sekretaris Jenderal M Nur Kholis Setiawan menganugerahkan Kemenag Awards pada satuan kerja Kementerian Agama yang terbagi menjadi empat kategori, yakni: Satuan Kerja yang berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tahun 2018, Pelaksanaan Belanja Negara Terbaik tahun 2018, Satuan Kerja Pengelola Jaringan Internet VPN-IP Terbaik, dan Satuan Kerja Pengelolah Website Terbaik.



Kemenag Award untuk kategori Pelaksanaan Belanja Negara Terbaik tahun 2018 untuk tingkat perguruan tinggi dianugerahkan kepada IAIN Parepare, UIN Sunan Kalijaga dan STAIN Sorong.

Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan mengungkapkan penghargaan tersebut diraih berkat kerja keras dan kerjasama seluruh pihak. "Ini berkat kerja keras, ikhlas, sabar dan senyum (KISS) yang selama ini kita terapkan. Semoga prestasi ini kita bisa pertahankan bahkan di tingkatkan di masa mendatang,” ungkap Ahmad saat diwawancarai jurnalis PijarNews.com (24/01).

Baca Berita Terkait: Ini Satker Penerima Kemenag Award pada Rakernas Kemenag 2019

IAIN Parepare Raih Peringkat Pertama Laporan Keuangan dari Kemenag RI


 

Rabu, 23 Januari 2019

Dua Fakultas Adakan Silaturahim dan Ramah Tamah Bersama

IAIN Parepare--- Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Parepare melaksanakan kegiatan silaturahim dan ramah tamah di Aula IAIN Parepare, Rabu (23/01).



Kegiatan dihadiri oleh Kepala Biro AUAK IAIN Parepare, Wakil Rektor II dan III, para penanggung jawab program studi dan segenap mahasiswa dari kedua fakultas tersebut.

Budiman ketua jurusan Syariah dan Ekonomi tahun 2014 sampai 2018 mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf atas kesalahan selama mengemban amanah tersebut. Lebih lanjut Budiman yang kini menjadi Wakil Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam mengajak para dosen untuk mengawal akhlak mahasiswa.



"Bagaimanapun tingginya ilmu seseorang, kalau akhlaknya kurang itu tidak ada artinya. Ilmu itu berada di bawah akhlak, biar setinggi apapun ilmu kalau tidak dibungkus dengan akhlak maka yakin dan percaya tidak akan bisa survive di masyarakat," ucap Budiman mengingatkan.

Sementara Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam, Dr. Muliati berkomitmen akan memajukan fakultas yang disertai dukungan dan kerjasama berbagai pihak. "Saya tidak ada apa-apanya kalau tidak ada wakil dekan dan bapak ibu Prodi  yang akan membantu nantinya dalam hal bagaimana ke depannya fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam,"ungkapnya.



Selain itu,  saran dan kritik menurut Dr. Muliati akan tetap dibutuhkan demi kemajuan fakultas. Hal senada juga diungkapkan Dr. Kamal Zubair selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang mengatakan kerjasama dan doa sangat penting dilakukan.



Mewakili Sambutan Rektor IAIN Parepare, Dr. H. Muhammad Saleh mengingatkan agar setiap program sejalan dengan visi.

"Setiap program yang akan dilakukan itu beriorentasi dengan visi IAIN Parepare yaitu pengemban kajian Islam dan akulturasi budaya berbasis teknologi informasi,"ucapnya.



Lebih lanjut Muhammad Saleh juga mengingatkan tagline IAIN Parepare Malebbi warekkeadanna makkeade ampena agar diaplikasikan dalam keseharian.

Kegiatan silaturahim dan ramah tamah ditutup dengan pemberian cendramata sebagai tanda penghargaan atas dosen-dosen yang telah berkontribusi memajukan institusi. Rasa haru tampak menghiasi wajah para dosen-dosen yang hadir.





 

 

 

 

 

 

 

 

Ramah Tamah Fakultas Tarbiyah

IAIN Parepare--- Ramah tamah fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare dilaksanakan di Aula IAIN Parepare, Selasa (22/01).

 

Kamis, 17 Januari 2019

Rektor IAIN Parepare Ajak Pejabat Baru Bangun Kredibilitas

IAIN Parepare---Pelantikan dan pengambilan sumpah terhadap 64 pejabat lingkup Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Kamis (17/01). Sebelumnya Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan telah melantik 20 pejabat struktural IAIN Parepare pada Selasa (15/01).



Pelantikan dan pengambilan sumpah berlangsung di lantai V perpustakaan IAIN Parepare yang disaksikan oleh Kepala Biro Administrasi, Umum, Akademik dan Keuangan (AUAK) IAN Parepare Hj. Musyarafah, S. Sos., M. Si dan Guru Besar IAIN Parepare, Prof. Dr. H. Abd. Rahim Arsyad, MA.



Sebanyak 64 pejabat yang dilantik tersebut terdiri dari Wakil rektor I, II, III, Dekan Fakultas, wakil dekan fakultas, Direktur Pascasarjana, para ketua penanggungjawab prodi, Ketua dan sekretaris Lembaga serta kepala pusat-pusat yang ada di lingkup IAIN Parepare.

Dr. Ahmad Sultra Rustan dalam sambutannya mengaku seiring peningkatan jumlah mahasiswa tantangan juga semakin berat.

"IAIN Parepare ini bukanlah sesuatu yang kecil, bukanlah suatu lembaga yang marjinal, kita adalah lembaga yang cukup besar. Jumlah mahasiswa kita pada saat ini lebih dari tujuh ribu orang, mendekati angka 8.000 orang. Ini suatu kuantitas yang perlu kita sama-sama perhatikan bahwa tugas kita ke depan bukan semakin ringan tetapi semakin berat," jelasnya.

Ahmad juga berharap agar para pejabat yang dilantik tetap mengaplikasikan tagline IAIN Parepare malebbi warekkeadanna makkeade ampena (Santun dalam bertutur, sopan dalam berperilaku) sebagai kredibilitas institusi.

"Saya fikir perguruan tinggi harus memang menganut prinsip yang seperti ini, semakin tinggi ilmu pengetahuan kita semakin santun dalam kita bertutur dan semakin sopan kita dalam berperilaku. Ini adalah sebuah kredibilitas yang harus kita bangun, yang harus kita adakan di Institut Agama Islam Negeri Parepare,"ucapnya sebelum menutup sambutan.



 

Selasa, 15 Januari 2019

20 Pejabat Struktural IAIN Parepare Resmi Dilantik

IAIN Parepare--- Sebanyak 20 pejabat struktural Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare resmi dilantik oleh Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan di lantai V Perpustakaan.





Pelantikan dilakukan pasca keluarnya Peraturan Menteri Agama (PMA) nomor 35 tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker) IAIN Parepare.

Adapun 20  pejabat struktural tersebut di antaranya:

  1. Muh. Jafar, S. Ag., MA sebagai Kepala Bagian Administrasi Umum dan Keuangan

  2. Naharuddin, S. Ag., M. Pd sebagai Kepala Bagian Akademik Kemahasiswaan dan Kerja sama

  3. Syarifuddin, S. Ag., MM sebagai Kepala Bagian Tata Usaha pada fakultas Tarbiyah

  4. Hasim, S. Sos, MM sebagai Kepala Sub Bagian Perencana, Organisasi dan Hukum

  5. Muhammad Ishak, ST, MM sebagai Kepala Sub Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara

  6. Misbahuddin, S. Ag., M. Pd sebagai Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

  7. Sunandar, S. Pd. I., MA sebagai Kepala Sub Bagian Administrasi Akademik

  8. Dra. Hj. Sitti Asia sebagai Kepala Sub Bagian Administrasi Kemahasiswaan

  9. Suherman, S. Ag sebagai Kepala sub Bagian Kerjasama dan Hubungan Masyarakat

  10. Wahidah, S. Ag sebagai Kepala Sub Bagian Administrasi Umum dan Keuangan pada fakultas Tarbiyah

  11. Muhammad Arsyad, S. Pd. I., M.H sebagai Kepala Sub Bagian Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni pada fakultas Tarbiyah

  12. Hilmiah, S. Pd. I sebagai kepala Sub. Bagian Administrasi Umum dan Keuangan pada fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam

  13. Amiruddin, S. Ag sebagai Kepala sub Bagian Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni pada Fakultas Syariah dn Ilmu Hukum Islam

  14. Junaini, SE., AK sebagai Kepala sub Bagian Administrasi Umum dan Keuangan pada Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah

  15. Rachmat, S. Pd. I., MA sebagai Kepala sub Bagian Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni pada fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah

  16. Nur Nahdiyah, SE., M. Ak sebagai Kepala Sub Bagian Administrasi Umum dan Keuangan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

  17. Abdul Hamid, S. Kom sebagai Kepala sub Bagian Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni pada fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

  18. Darman, S. Pd. I., M. Hum sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pascasarjana

  19. Anwar, S. Ag sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha LP2M

  20. Nurmi, S. Ag., MA sebagai Kepala sub Bagian Tata Usaha LPM




Pelantikan disaksikan oleh Kepala Biro Administrasi, Umum, Akademik dan Keuangan (AUAK) IAIN Parepare, Direktur Pascasarjana, para Pelaksana tugas (Plt) Wakil Rektor, Ketua-ketua jurusan, Kepala Unit serta para penanggungjawab program studi yang ada di IAIN Parepare.

Dr. Ahmad Sultra Rustan percaya para pejabat yang diberi amanah dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

"Saya percaya dalam memangku jabatan tersebut, saudara-saudari akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Semoga Allah SWT memberikan bimbingan rahmat dan hidayah kepada saudara-saudari dan kita semua", ucapnya.



Selain itu, Ahmad juga menegaskan pemilihan pejabat struktural tersebut berdasarkan kriteria pemenuhan persyaratan dan rekam jejak kinerja.

"Pilihan terhadap saudara-saudari sekalian bukan sesuatu bimsalabim tetapi melalui analisa yang mendalam terkait kinerja, karakter, dan keikhlasan di lembaga yang kita cintai ini", ungkap Ahmad saat menyampaikan sambutan.



Usai pelantikan, Rektor bersama Kepala Biro dan Plt. Wakil Rektor I dan II langsung mengadakan rapat bersama pejabat sturuktural baru tersebut. Abdul Hamid yang dilantik sebagai Kepala sub Bagian Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni pada fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam mengaku bersyukur sekaligus risau atas amanah yang diberikan.

"Alhamdulillah, saya bersyukur karena diberi amanah. Tapi dari sisi lain saya juga risau karena sebenarnya, amanah itu bisa juga menjadi musibah kalau amanah tersebut tidak bisa dilaksanakan sebagaimana mestinya," ungkap Hamid usai mengikuti rapat.



 

Jumat, 11 Januari 2019

Pengumuman Pendaftaran KPM I Tahun 2019

P3M IAIN Parepare--- Dalam rangka pelaksanaan program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) I mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare tahun 2019, maka kami sampaikan kepada mahasiswa calon peserta, bahwa:

  1. Pendaftaran dan pengisian formulir melalui sisfo kampus dengan menggunakan account masing-masing

  2. Bagi mahasiswa yang belum mencentang/program mata kuliah KPM agar menghubungi TIPD/ICT untuk dibantu proses pencetangan

  3. Calon peserta telah lulus minimal 110 SKS

  4. Persyaratan administratif:


4.1 Kelayakan KPM dari jurusan masing-masing

4.2 Foto copy bukti pembayaran SPP pada semester berjalan (bagi mahasiswa dengan sistem pembayaran UKT) dan bukti pembayaran KPM (bagi mahasiswa non UKT)

4.3 Pembayaran KPM dilakukan setelah mendapat surat kelayakan dari ketua jurusan masing-masing bagi mahasiswa dengan sistem pembayaran non UKT

4.4 Pas foto berwarna ukuran 3x4 (2 lembar)

4.5 Berkas dibuat 2 rangkap

4.6 Berkas dimasukkan dalam map plastik warna biru untuk laki-laki dan warna merah untuk perempuan dan diserahkan pada panitia di kantor P3M

4.7 Berkas asli dibawa dan diperlihatkan pada panitia setelah melakukan pendaftaran melalui sisfo kampus untuk diverifikasi

5. Jadwal Kegiatan:



  1. Pendaftaran calon peserta KPM: 21 – 31 Januari 2019



  2. Pemberkasan (Pembayaran SPP/registrasi, Mencentang/program KPM di Sisfo, dan Kelengkapan Berkas): 10 Februari - 25 Februari 2019



  3. Pembekalan 01 Maret - 03 Maret 2019



  4. Pemberangkatan  13 Maret 2019



  5. Kegiatan di Lokasi 13 Maret – 26 April 2019



  6. Penarikan 26 April 2019

     




 

Jumat, 28 Desember 2018

Sikapi Pemilu 2019, IAIN Parepare Gelar Seminar Nasional

IAIN Parepare--- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar seminar nasional bertajuk tema menyikapi pemilu: wujudkan demokrasi yang Malebbi warekkadana, makkeade ampena (santun dalam bertutur sopan dalam berperilaku), Jum'at (28/12).

Seminar yang diikuti ratusan peserta ini digelar di lantai 5 Aula Perpustakaan IAIN Parepare. Ketua Panitia, Dr. H. Muhammad Saleh mengungkapkan diangkatnya tema tersebut dalam rangka menghadapi pemilu 2019. "Menghadapi pemilu 2019, kita melihat, mendengar, mengamati di berbagai media hal-hal yang sepertinya keluar dari etika bangsa kita," ucapnya.

Terdapat empat narasumber yakni Prof. Dr. KH. Nasruddin Umar, M.A., Ph. D (Imam masjid Istiqlal Jakarta), Prof. Masdar Hilmy, S. Ag., M. A., Ph. D (Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya), Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc., Ph. D (Pakar Komunikasi Unhas) dan Dr. Ahmad Sultra Rustan, M. Si (Rektor IAIN Parepare) dengan moderator Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Parepare, Nur Nahdiyah. Meskipun dalam berlangsungnya seminar tiga di antara narasumber harus menyampaikan materi melalui audio call (panggilan suara) tetapi tidak mengurangi antusias peserta seminar.



Salah satu peserta seminar, Muhammad Jusman Wakil Presiden Mahasiswa mengungkapkan adanya peran mahasiswa dalam penyampai informasi kepada masyarakat.

"Sangat menarik, setelah kegiatan ini mahasiswa khususnya Ormawa (organisasi mahasiswa) bisa menjadi penyampai di masyarakat bahkan di lingkungan mahasiswa bahwa pentingnya menjaga silaturahim dengan tidak menyebarkan hoax apalagi dalam menghadapi pemilihan di tahun 2019," jelasnya saat diwawancarai usai seminar.

Sementara dalam sambutan Rektor IAIN Parepare yang dibacakan oleh Dr. H. Sudirman L selaku wakil Rektor II IAIN Parepare mengungkapkan wujudkan demokrasi yang Malebbi warekkadana, makkeade ampena merupakan tema yang tepat dalam menyongsong tahun politik.

"Malebbi warekkadana makkeade ampena yang bermakna santun dalam bertutur sopan dalam berperilaku. Kalimat tersebut adalah inti dari tujuan mencapai kedamaian hidup, hal itu pulalah sebabnya kalimat tersebut kami jadikan tagline IAIN Parepare. Hoax, fitnah jangan digunakan untuk dukungan pemilih dan tidak digunakan sebagai tumpangan dalam membangkitkan emosi umat dengan dalih agama," bacanya sebelum membuka kegiatan.

 

Kamis, 27 Desember 2018

Survive Hadapi Industri 4,0 dengan Peningkatan Skill

IAIN Parepare--- Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan seminar multidisipliner pengembangan program studi di lantai 5 Aula Perpustakaan IAIN Parepare, Kamis (27/12).



Empat program studi (Prodi) yang menjadi target peserta seminar ini di antaranya prodi Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah, prodi Manajemen Keuangan Syariah, prodi Akuntansi Syariah dan prodi Pariwisata Syariah.

Seminar yang mengusung tema actualiazation of Islamic ekonomic development in industri 4,0, menghadirkan narasumber akademisi dan praktisi yakni  Dr. Mursalim, SE., MSi., Akt., CA., CPAI., CPA., CSRS., CSP., ASEAN CPA (Ketua Program Studi Magister Akuntansi UMI Makassar), Dr. Anwar Rauf, SE., M.Si (Dosen UNM), dan Rusmin Nuryadin, SE., M.Si (Asosiasi Pelaku Pariwisata Profesional Indonesia).



Ketua Panitia, Syahriah Semaun mengungkapkan dipilihnya tema tersebut karena melihat adanya peluang dan tantangan pada industri 4,0.

"Kami melihat bahwa revolusi  industri tahun ke empat sekarang merupakan peluang dan tantangan. Prospek bagi perkembangan program studi di jurusan Syariah dan Ekonomi Islam dan merupakan tantangan bagi SDM (Sumber Daya Manusia) alumni-alumni dari jurusan Syariah dan Ekonomi Islam," ucapnya saat menyampaikan laporan.



Sementara Ketua jurusan Syariah dan Ekonomi Islam, Budiman mengungkapkan pentingnya membekali diri dengan skill atau keterampilan.

"Tujuan dari kegiatan ini sebenarnya bagaimana membuat anak-anakku melek terhadap keadaan dunia global sekarang. Anak-anakku jangan pernah berfikir bahwa kalian akan berhasil kalau hanya  mengandalkan prestasi akademik tanpa membekali diri dengan skill atau keterampilan. Hari ini kita bisa lihat bahwa orang yang bisa survive dalam hidup itu yang paling banyak keterampilannya," terangnya.

Lebih lanjut Budiman juga mengimbau kepada peserta agar tidak hanya terpaku pada program studi tetapi terus berupaya memperluas wawasan serta melengkapi diri dengan kemampuan berbahasa Inggris.



Seminar tersebut dibuka langsung oleh Dr. H. Sudirman L, selaku Pelaksana tugas (Plt) Wakil Rektor II  bidang Administrasi Umum,  Perencanaan dan Keuangaan IAIN Parepare.

"Saya ucapkan terima kasih, ini adalah jeri payah dalam rangka pengembangan, mengasah kompetensi mahasiswa kita supaya di luar sana masyarakat melihat bahwa ternyata IAIN itu bukan hanya sekedar baca khutbah atau doa saja tapi mereka pintar ekonomi, mereka pandai IT karena visi kami akultrasi budaya dengan Islam berbasis teknologi informasi," ucapnya sebelum membuka kegiatan.