Selasa, 14 Agustus 2018

Rektor Buka Pekan Olahraga dan Resmikan Pusat Olahraga

IAIN Parepare---Pembukaan pekan olaraga dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) yang ke 73 tahun, juga dirangkaikan dengan peresmian penggunaan lapangan IAIN Parepare, Senin (13/08). Lapangan tersebut terdiri dari lapangan futsal dan lapangan tennis.

Ketua panitia pekan olaraga, A. Nurkidam mengungkapkan sebanyak 375 atlet yang terdiri dari berbagai perwakilan unit kampus, dosen, dan mahasiswa. Adapun jenis olaraga yang dipertandingkan seperti vollyball, futsal, tennis lapangan dan lomba masak.

[caption id="attachment_8559" align="alignnone" width="300"] Foto: Ketua Panitia, Drs. A. Nurkidam, M. Hum[/caption]

Kegiatan berlangsung mulai 13 Agustus yang dijadwalkan akan berakhir pada 17 Agustus 2018 sebagai  puncak acara pengumuman para pemenang lomba.

Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan berharap agar tetap berorientasi pada suportivitas dan objektivitas. "Mari kita objektif dalam mengikuti lomba ini, supaya kita bisa memiliki bibit-bibit olaraga  yang bisa kita utus dalam kegiatan-kegiatan atau event-event baik itu nasional ataupun domestik,"ajaknya.

[caption id="attachment_8560" align="alignnone" width="300"] Foto: Dr. Ahmad Sultra Rustan, M. Si (Rektor IAIN Parepare)[/caption]

Lebih lanjut Ahmad Sultra Rustan menjelaskan kegiatan pekan olaraga tersebut dapat menjadi miniatur pemilu 2019. "Yang menang, kita harus akui menang. Sepertinya apa yang akan kita hadapi dalam pemilu 2019 itu, ada miniaturnya disini. Siapapun juaranya harus itu kita akui sebagai juara," jelasnya.

[caption id="attachment_8561" align="alignnone" width="300"] Foto: Tennis Lapangan[/caption]

Selain itu, Ahmad Sultra Rustan juga mengajak agar senantiasa memelihara lapangan IAIN Parepare dan menggunakan lapangan sesuai dengan fungsinya. "Kalau mau digunakan sebagai tempat lomba baca puisi, bolehlah karena itu ringan. Kalau mau digunakan sepak bola tentu tidak bisa karena ukurannya yang memang tidak memadai juga kontruksinya yang tidak dirancang untuk sepak bola," jelasnya saat memberi sambutan.

 

 

[caption id="attachment_8563" align="alignnone" width="300"] Foto salah satu tim lomba memasak[/caption]

 

[caption id="attachment_8564" align="alignnone" width="300"] Foto Dewan Juri lomba masak: St. Mulyani, S. Ag (sisi kiri) dan Hj. Musyarafah, S. Sos, M. Si (sisi kanan)[/caption]

 

Kamis, 09 Agustus 2018

IAIN Parepare Galang Dana untuk Korban Lombok

IAIN Parepare--- Segenap civitas akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, turut berduka atas musibah gempa yang telah melanda para saudara kita di Lombok Utara Nusa Tenggara Barat (NTB) dan wilayah sekitarnya pada minggu lalu (05/08/2018).

Sebagai bentuk empati, Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan, M. Si hingga berita ini diturunkan masih mengikuti Rapat Koordinasi KPA di Jakarta, menghimbau kepada seluruh civitas akademika IAIN Parepare untuk mengumpulkan dana hingga deadline (Jum'at/10/08/2018) nanti. Untuk para korban yang hingga saat ini telah menewaskan 300 jiwa itu.

Lebih lanjut Rektor IAIN Parepare saat diwawancara via telepon menyampaikan bahwa bantuan tersebut akan disalurkan melalui satu pintu di Kementerian Agama pada Rabu, (15/08) mendatang.

[caption id="attachment_8544" align="alignnone" width="300"] Foto: Saat salah satu donatur yang turut bersedia menyumbang[/caption]

Menurut pantauan hingga saat ini, pengumpulan bantuan terus mengalir pada daftar list, baik dari kalangan pimpinan mulai Rektor, Wakil rektor, dosen dan karyawan.

Untuk itu, Rektor mengungkapkan terima kasih atas partisipasi yang luar biasa khususnya kepada para pimpinan dan seluruh civitas akademika umumnya. Tak lupa Rektor IAIN Parepare juga mengirimkan salam Takzim pada koleganya Rektor UIN Mataram yang ditimpa musibah. "Semoga Allah menjadikan bantuan civitas akademika IAIN Parepare sebagai amal jariyah dan bermanfaat untuk saudara kita yang tertimpa musibah," ujar Ahmad Sultra Rustan, Rektor IAIN Parepare.

 

Penulis: Nining Artianasari

Senin, 06 Agustus 2018

Tim Assessor Akreditasi Perpustakaan Nasional RI, Kunjungi Perpustakaan IAIN Parepare

IAIN Parepare--- Tim assessor (penilai) akreditasi perpustakaan Nasional Republik Indonesia (RI) melakukan kunjungan ke perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Senin (06/08). Kunjungan tersebut dalam rangka akreditasi serta pembinaan perpustakaan perguruan tinggi.



Akreditasi perpustakaan merupakan rangkaian kegiatan proses pengakuan formal oleh lembaga akreditasi perpustakaan yang menyatakan bahwa lembaga perpustakaan telah memenuhi persyaratan untuk melakukan kegiatan pengelolaan perpustakaan.

Upriyadi, salah satu assessor mengungkapkan berbagai aspek penilaian dalam proses akreditasi perpustakaan bukan hanya tampilan fisik gedung perpustakaan. “Banyak aspek yang kami nilai selain fisiknya tapi juga koleksinya. Kemudian layanannya, kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) dan tidak kalah penting komitmen pimpinan terhadap pembinaan perpustakaan,” jelasnya.

[caption id="attachment_8513" align="alignnone" width="300"] Foto: Sisi Kiri, Agus Rivai (Assessor). Tengah, Upriyadi (Assessor) dan sisi kanan, Ahmad Sultra Rustan (Rektor IAIN Parepare).[/caption]

 

Sementara Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan menganggap penilaian terhadap perpustakaan akan memberikan motivasi untuk melakukan yang terbaik dengan memberi pelayanan dan pengadaan literatur-literatur terbaru.

“Selama ini kita tidak tau sampai dimana kemajuan kita. Sekarang dengan adanya akreditasi ini kita akan tahu dimana letak kondisi perpustakaan kita. Salah satu keinginan kita pada tahun 2020 AIPT (Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi) IAIN Parepare harus memperoleh hasil A,” ungkap Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan saat ditemui di lantai 3.

Gedung perpustakaan IAIN Parepare yang berlantai 5 merupakan gedung baru, dilengkapi dengan berbagai fasilitas menunjang serta berbagai koleksi buku. Adapun pembangunan gedung tersebut dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Pengumuman Persetujuan & Penetapan Dosen Tetap PPNPN 2018

IAIN PAREPARE--Sebanyak 16 orang ditetapkan sebagai Dosen Tetap Bukan Pegawai Negeri Sipil  Insitut Agama Islam Negeri Parepare 2018. 


[ct_button id="button_96" size="small" solid="1" link="http://www.iainpare.ac.id/wp-content/uploads/2018/08/persutujuan-Pendis.jpeg" icon="" arrow="1" color="#008B8B" css_animation="" animation_delay=""]Persetujuan Pengangkatan Dosen Tetap[/ct_button][ct_button id="button_54" size="small" solid="1" link="http://www.iainpare.ac.id/wp-content/uploads/2018/08/dosen-PPNPN-yang-lulus-2018.pdf" icon="" arrow="1" color="#008B8B " css_animation="" animation_delay=""]Pengumuman Penerimaan Dosen PPNPN (Download)[/ct_button]

Sabtu, 04 Agustus 2018

Pengumuman Penerimaan Warga Asrama Tahap III

IAIN PAREPARE--Berdasarkan ujian lisan tahap III penerimaan  warga  Asrama IAIN Parepare yang dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2018, peserta yang dinyatakan lulus sebanyak 68 0rang, 20 orang laki-laki dan 48 0rang perempuan. Berikut hasil pengumuman.

[ct_button id="button_95" size="small" solid="1" link="http://www.iainpare.ac.id/wp-content/uploads/2018/08/pengumuman-warga-baru-asrama-tahap-3.pdf" icon="" arrow="1" color="#F4A460" css_animation="" animation_delay=""]Pengumuman (Download disini)[/ct_button]

PEMBERITAHUAN !!!

1. Warga Baru Asrama melakukan pembayaran sebesar Rp 750.000 dan mengumpulkan fotocopy blangko pembayaran di Kantor Pusat PASIH

2. Warga Baru Asrama wajib mengikuti pertemuan pada tanggal 7 Agustus 2018 Pukul 14 : 00 WITA
di asrama PUTRI lantai 1.

Jumat, 03 Agustus 2018

P2M IAIN Parepare: EDOM, Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa

IAIN Parepare---Dalam rangka mengevaluasi kegiatan pembelajaran dosen, Pusat Penjaminan Mutu (P2M) IAIN Parepare menghimbau kepada mahasiswa IAIN Parepare agar melakukan pengisian angket EDOM (Evaluasi Dosen Oleh Mahasiswa) pada Sistem Informasi (SISFO) IAIN Parepare. Pengisian angket EDOM tersebut berlaku bagi mahasiswa sebelum melakukan pengisian KRS (Kartu Rencana Studi), kecuali mahasiswa baru.

Berdasarkan surat pengumuman No. B.040/In.39/KP.0.02/06/2018 tentang Evaluasi Pembelajaran Semester Genap tahun 2017/2018 yang di keluarkan oleh Pusat Penjaminan Mutu (P2M) IAIN Parepare pada bulan Juni lalu (Klik untuk baca berita pengumuman), EDOM  (Evaluasi Dosen Oleh Mahasiswa) adalah rangkaian proses evaluasi untuk memperoleh informasi dari mahasiswa secara objektif mengenai kinerja dosen dalam proses pembelajaran.

[caption id="attachment_8454" align="alignnone" width="300"] Foto: Dr. Firman (Kepala P2M IAIN Parepare)[/caption]

Kepala P2M IAIN Parepare, Dr. Firman mengungkapkan data yang diperoleh dari mahasiswa nantinya digunakan untuk evaluasi dan monitoring pembelajaran. "Hasilnya juga nanti untuk akreditasi karena untuk mengetahui hasil proses pembelajaran itu harus ada datanya yang diperoleh dari mahasiswa. Nanti kalau ada nilainya rendah berarti disitu ada masalah dan akan ditindaklanjuti," jelasnya saat di temui dikantor P2M IAIN Parepare.

Sementara Sufyaldi, salah satu anggota tim teknis EDOM P2M IAIN Parepare menjelaskan  syarat untuk mengisi EDOM harus terdaftar pada semester yang berjalan. "Kalau sudah membayar, tapi belum terdaftar  hubungi bagian keuangan di rektorat untuk heregistrasi," ungkapnya saat diwawancarai via whatsapp.

Selain itu, mahasiswa yang akan mengisi EDOM tidak perlu merasa khawatir dikarenakan identitas dan kerahasiaan data mahasiswa tidak akan berpengaruh pada nilai mata kuliah dan identitas mahasiswa tidak dapat diketahui oleh dosen.
Cara mengisi EDOM : Login pada sisfo kampus (klik login) > klik menu mahasiswa lalu pilih Evaluasi EDOM > pilih tahun akademik > pilih Mata kuliah > pilih dosen yg akan dievaluasi > isi penilaian > isi saran & kritik > simpan ; nilai dari dosen yg bersangkutan akan otomatis tampil di menu nilai mahasiswa.

 

 

 

 

48 Mahasiswa KPM, ditempatkan di Desa Latimojong Enrekang

IAIN Parepare--- Pemberangkatan gelombang terakhir mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare tertuju pada kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Dari jumlah keseluruhan 901 mahasiswa KPM 2018, sebanyak 48 mahasiswa ditempatkan pada desa Latimojong, Enrekang. Mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa pilihan mengingat cuaca serta medan perjalanan pada desa Latimojong yang cukup menantang.

[caption id="attachment_8447" align="alignnone" width="300"] (Foto: Pemindahan barang, pemberangkatan mahasiswa KPM bekerjasama dengan Batalyon Infanteri 721/Makkasau atau Yonif 721/Makkasau)[/caption]

Desa Latimojong merupakan desa binaan IAIN Parepare yang sebelumnya telah dilakukan penandatangan MoU (Memorandum of Understanding) pada tahun 2017. Penempatan mahasiswa KPM IAIN Parepare menjadi bukti perwujudan serta konsistensi terhadap MoU tersebut. Hal tersebut dijelaskan oleh Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan saat memberi sambutan pada penerimaan mahasiswa KPM di Pendopo Bupati, Kamis (02/08) .
“KPM ini merupakan hasil perwujudan kerjasama antara pemerintah kabupaten Enrekang dengan IAIN Parepare. Setahun yang lalu kita telah mendatangani MoU piagam kerjasama untuk menjadikan desa Latimojong sebagai desa atau wilayah binaan dari IAIN Parepare, kami konsisten menunaikan surat kerjasama itu”, ungkap Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan.

Selain menempatkan mahasiswa KPM, IAIN Parepare juga telah menerima 10 orang penduduk desa Latimojong sebagai mahasiswa baru melalui jalur khusus penerimaaan dimana mahasiswa baru tersebut diterima tanpa harus mengikuti tes (bebas tes masuk). 10 mahasiswa tersebut diterima pada 3 program studi (Prodi) yaitu Prodi Jurnalistik Islam, Prodi pengembangan masyarakat Islam dan Prodi manajemen zakat dan wakaf. “Insyaallah, mahasiswa dari desa Latimojong kami terima dari 3 program studi yang kami anggap program studi yang memang relevan dengan kebutuhan kabupaten Enrekang ini,” tambah Ahmad Sultra Rustan.



Sementara Bupati Enrekang, Muslimin Bando mengaku senang terhadap penerimaan mahasiswa baru tersebut dan berharap kepada mahasiswa KPM dapat mengubah pola pikir (mindset) masyarakat desa Latimojong. “Ubah mindset, pola pikir, karakter, budaya yang tidak menguntungkan di Latimojong. Ubah pemikirannya di sana, kerja-kerja fisik saya tidak terlalu menuntut tapi perubahan mindset (pola pikir) ini yang saya harapkan termasuk gaya hidup dan cara penampilan,” harapnya.
Perubahan pola pikir tersebut diharapkan seluruh masyarakat khususnya pada kaum remaja agar terhindar dari tindakan putus sekolah dan meningkatkan kepedulian akan pentingnya pendidikan guna kehidupan yang lebih baik.