Kamis, 20 Desember 2018

MASIKA ICMI akan Beri Beasiswa Mahasiswa IAIN Parepare Ikut Event Antar Bangsa

IAIN Parepare--- Program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris jurusan Tarbiyah dan Adab IAIN Parepare menggelar  Stadium general bertemakan Education in Southeast ASIA (a Comparative study between Indonesia-Thailand) di Auditorium IAIN Parepare, Rabu (19/12).

Ketua Penanggungjawab Prodi Bahasa Inggirs (PBI), Mujahidah mengungkapkan stadium general ini dilaksanakan dalam rangka membuka cakrawala mahasiswa dalam hal pendidikan antara Indonesia dan Thailand.

“Perbedaan pendidikan antara Indonesia dan Thailand tidak terlalu signifikan, karena Thailand hanya  berada satu level lebih tinggi dibandingkan di Indonesia. Tapi ada beberapa kebijakan pemerintah Indonesia yang perlu diperhatikan sehingga dapat mewujudkan pendidikan yang merata.

Lebih lanjut, mujahidah juga menjelaskan kegiatan ini merupakan feedback dari kegiatan WoCESA.

“Kegiatan ini sebenarnya kunjungan balasan yang pernah dilakukan Prodi PBI di tiga negara yaitu Malaysia, Thailand dan Singapura, dan salah satu perguruan tinggi yang dikunjungi adalah Fatoni University,” tambahnya.

Stadium general ini dihadiri 400 lebih peserta dengan menghadirkan narasumber Assist Prod/ Dr. Mahamadaree Waeno (Fatoni University, Thailand) dan Ismail Suardi Wekke, Ph. D (STAIN Sorong, Indonesia) dengan moderator Wahyu Hidayat, Ph. D.



“Selaku Wakil Ketua Umum Majelis Sinergi Kalam (MASIKA) Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia (ICMI) menghelat acara stadium general ini sebagai ajang menyemai tunas cendekia. Untuk itu, MASIKA ICMI akan menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa IAIN Parepare, dalam batas kemampuan yang terbatas untuk mengikuti event antar bangsa,” tulis Ismail Suardi Wekke dalam akun instagramnya usai mengikuti kegiatan.

Rabu, 19 Desember 2018

Tingkatkan Kualitas Karya Ilmiah Mahasiswa Tanpa Plagiarism

IAIN Parepare--- Program studi Ekonomi Syariah jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN Parepare) melaksanakan workshop metode penelitian kualitatif dan penelitian kuatitatif di Aula IAIN Parepare, Rabu (19/12).

Hadir narasumber metode penelitian kuantitatif Dr. Hj. Sri Undai Nurbayani, M. Si (Dosen Fakultas Ekonomi UNHAS Makassar), narasumber metode penelitian kualitatif Dr. Fikri, M.HI (Dosen IAIN Parepare), narasumber praktikum metode kualitatif dan kuantitatif yaitu pedoman wawancara dantabulasi data Abd. Hamid, SE., MM (Dosen IAIN Parepare), dan narasumber praktikum statistik (SPSS) Syahriyah Semaun, SE., MM (Dosen IAIN Parepare).

[caption id="attachment_9358" align="alignnone" width="300"] Foto mulai sisi kiri: Syahriyah Semaun, SE., MM, Dr. Hj. Sri Undai Nurbayani, M. Si, Dr. Zainal Said, MH, dan Dr. Fikri, M.HI.[/caption]

Syahriyah Semaun yang juga selaku Ketua penanggungjawab Prodi Ekonomi Syariah mengungkapkan workshop ini dilakukan untuk lebih meningkatkan kualitas mahasiswa khususnya di Prodi Ekonomi Syariah dalam penulisan karya ilmiah.

Dengan mengusung tema  peningkatan kualitas karya ilmiah dalam mempertahankan originalitas, kegiatan ini diikuti ratusan peserta yang terdiri dari semester tiga, lima dan tujuh.

“Tidak menutup kemungkinan, materi ini penting untuk semester 3  karena sekarang mereka juga mengikuti mata kuliah statistik dan semester 5 sudah selesai tahapan statistik dua jadi yang lebih mendalami semester 7 yang sedang proposal,” ucapnya.



Kegiatan berlangsung sehari ini, dirasa sangat penting dilakukan menurut Dr. Fikri selaku sekretaris Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam. Hal ini dikarenakan pentinya mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah tanpa plagiarism.

“Bagaimana anak-anakku itu bisa menghasilkan karya ilmiah yang baik, terbebas dari plagiarism. Ini hal terpenting yang harus diperhatikan, kenapa? Karena mulai saat ini semester 3, 5 dan 7 dibekali pengetahuan tentang bagaimana menulis dengan baik menghasilkan suatu karya ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan dan sekaligus menghasilkan suatu keilmuan yang bisa dinikmati siapa saja yang membacanya,” jelas Fikri saat member sambutan.

Tanggapan senada juga disampaikan oleh Dr. Zainal Said, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) IAIN Parepare.

“Kegiatan ini menurut saya sangat penting dan saya berharap adik-adik mahasiswa bisa mengikuti secara saksama. Semester 3 ini, harusnya memahami lebih awal supaya kekeliruan-kekeliruan dalam menulis itu bisa diminimalisir,” tanggapnya sebelum membuka kegiatan mewakili Rektor IAIN Parepare.

Hari Terakhir, Test SKB CPNS Satuan Kerja IAIN Parepare

IAIN Parepare--- Memasuki hari ketiga terakhir tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) satuan kerja Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Kamis (19/12).

Dalam proses seleksi kompetensi bidang ini dibagi menjadi beberapa tahapan mulai dari tes terulis psikotes, wawancara, dan praktik kerja.

"Pada bidang wawancara ini kita sudah terkoneksi dengan sistem yang ditetapkan oleh Panselnas, makanya kita ini sebagai penguji di bidang wawancara memang kita berpedoman dengan sistem yang ditetapkan oleh Panselnas (Panitia Seleksi Nasional tes Calon Pegawai Negeri Sipil). Kita dipandu dengan item-item pertanyaan yang akan dipertanyakan kepada semua peserta," ucap Dr. Sudirman L, Pelaksana tugas Wakil Rektor II IAIN Parepare selaku pewawancara.



Selain itu, setiap peserta ujian juga diberi pertanyaan seputar keagamaan. "Kita ingin mengukur wawasan kebangsaan terutama paham-paham keagamaan, toleransi beragama termasuk kemampuan baca tulis Al-Qur'an karena mereka cikal bakal menjadi dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN)," tambahnya.

Nurfadillah salah satu peserta ujian, mengungkapkan menyiapkan berbagai bekal pengetahuan.

"Persiapannya cukup memperbanyak pengetahuan tentang kondisi Indonesia, terutama yang sedang santer-santernya saat ini. Kemudian pengetahuan tentang kementerian agama dan tentang IAIN Parepare," ucapnya saat ditemui di lokasi tes, lantai 5 Aula perpustakaan IAIN Parepare.

 

 

Galeri Foto, Benchmarking di Dua Kampus Ternama

IAIN Parepare--- Tim pengelolah zona akreditasi kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melakukan Benchmarking di dua kampus ternama yang ada di Indonesia, yakni Universitas Padjajaran  dan Universitas Gunung Djati Bandung. Bernchmaking merupakan study banding yang dilakukan dalam rangka upaya  peningkatan kualitas IAIN Parepare khususnya dalam hal akreditasi baik itu institusi maupun program studi.

   

Selasa, 18 Desember 2018

Perbankan Syariah: One Day Training Job Seeker

IAIN Parepare--- Program studi (Prodi) Perbankan Syariah jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar One Day Training Job Seeker, Selasa (18/12).

Training ini dilaksanakan di Aula IAIN Parepare yang diikuti ratusan mahasiswa Prodi Perbankan Syariah. Ketua panitia, Dr. Muhammad Kamal Zubair mengungkapkan training tersebut dikhususkan diikuti oleh mahasiswa semester 7 yang sebelumnya telah melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).

Dipilihnya peserta dari kalangan mahasiswa semester akhir guna memberi bekal dalam menghadapi persaingan dunia kerja.

"Membekali mahasiswa khususnya Prodi Perbankan Syariah terkait dengan kemampuan soft skill. Bagaimana persiapan-persiapan membuat lamaran kerja, menghadapi tes wawancara dalam dunia kerja. Target dari Prodi tentu saja bagaimana alumni-alumni dari perbankan syariah dapat terserap di lembaga keuangan syariah, khususnya perbankan atau lembaga keuangan lainnya.," jelasnya saat memberi laporan ketua panitia.

Hadir membuka kegiatan sekertaris jurusan Syariah dan Ekonomi, Dr. Fikri mewakili Rektor IAIN Parepare. Menurutnya, training ini merupakan kegiatan yang sangat menarik. "Kegiatan ini memberikan pembekalan dan juga sebagai langkah-langkah atau cara-cara sehingga mudah terekrut di lembaga keuangan," ucap Fikri.

Dengan menghadirkan narasumber akademisi dan praktisi yang telah memiliki pengalaman di bidangnya masing-masing. Salah satu narasumber pertama, Muhammad Satar, MM menjelaskan trik dan tips wawancara.

"Untuk mencapai kesuksesan, setiap apa yang kita ingin ajukan harus dengan persiapan matang. Tentunya yang pertama adalah menyiapkan diri baik physical (fisik) maupun mental," ucapnya Muhammad Satar.

Selain itu, Satar menambahkan pentingnya mempersiapkan pengetahuan, penguasaan bahasa Inggris, attiude dan responsibility (tanggungjawab).

 

 

 

 

Senin, 17 Desember 2018

Pengumuman Jadwal Wawancara dan Praktek Kerja SKB CPNS Tahun 2018

 

[ct_button id="button_57" size="big" solid="0" link="http://www.iainpare.ac.id/wp-content/uploads/2018/12/jadwal-skb-wawancara-1.pdf" icon="" arrow="1" color="#" css_animation="" animation_delay=""]Jadwal skb wawancara Sesi 1[/ct_button]



[ct_button id="button_67" size="big" solid="1" link="http://www.iainpare.ac.id/wp-content/uploads/2018/12/jadwal-skb-praktek-kerja-1-.pdf" icon="" arrow="1" color="#" css_animation="" animation_delay=""]jadwal SKB praktek kerja 1[/ct_button]







[ct_button id="button_7" size="big" solid="0" link="http://www.iainpare.ac.id/wp-content/uploads/2018/12/jadwal-skb-wawancara-2.pdf" icon="" arrow="1" color="#" css_animation="" animation_delay=""]jadwal SKB wawancara Sesi 2[/ct_button]



[ct_button id="button_21" size="big" solid="1" link="http://www.iainpare.ac.id/wp-content/uploads/2018/12/jadwal-skb-praktek-kerja-2-.pdf" icon="" arrow="1" color="#" css_animation="" animation_delay=""]jadwal SKB praktek kerja 2[/ct_button]







 

TTD


Panitia Pelaksana

CPNS 2018: Ujian Psikotes diikuti Puluhan Peserta

IAIN Parepare----Sebanyak  47 peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) satuan kerja (satker) IAIN Parepare mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di lantai 5 Aula Perpustakaan IAIN Parepare, Senin (17/12).

Hari pertama, para peserta mengikuti ujian tertulis psikotes yang langsung diawasi oleh pengawas dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Psikotes ini adalah salah satu bagian sub sistem dari sistem penerimaan CPNS.

“Semua yang telah lulus melalui Computer Assesment Test (CAT) itu dilanjutkan dengan mengikuti psikotes ini, salah satu ujian yang turut memberikan kontribusi atas kelulusan. Modelnya psikotes ini secara tertulis jadi soal semua distandarisir dari pusat, pemeriksaannya juga itu dilakukan di pusat,” jelas Ahmad Sultra Rustan, Ketua Panitia.

Lebih lanjut Ahmad menekankan tidak ada kewenangan dalam menentukan nilai peserta.

“Kami di sini sama sekali tidak memiliki kewenangan untuk menentukan nilai. Kami hanya sebagai pengelola ruangan saja di dalam kegiatan psikotes ini. Ada dari Kementerian Pusat yang turut mengawasi jalannya psikotes ini,” tambahnya.



47 orang peserta tersebut terdiri dari 2 kategori yakni unsur dosen dan tenaga administrasi. Dari unsur tenaga administrasi terbagi lagi yakni ahli komputer dan Humas (Hubungan Masyarakat).

Usai mengikuti tes psikotes, para peserta CPNS akan mengikuti tes wawancara dan praktik kerja pada hari berikutnya.

Salah satu peserta ujian, A. Tien Asmara Palintan mengungkap telah menyiapkan berbagai persiapan dalam mengikuti tes SKB ini.

“Saya persiapkan sesuai dengan arahan panitia. Melengkapi berkas  seperti kartu tes, KTP, portofolio dan kelengkapan administrasi   sebagai calon dosen dalam mengajar RPS, SAP,materi power point. Harapannya, semoga lulus dan bisa menebar manfaat untuk kota kelahiran tercinta melalui profesi Dosen di IAIN Parepare,” ungkapnya saat diwawancarai usai mengikuti ujian psikotes.

Foto: Nining Artianasari