Jumat, 21 Desember 2018

Direktur Deradikalisasi BNPT: Pertahankan NKRI di Tengah Kebhinekaan

IAIN Parepare--- Usai pelaksanaan seminar nasional kemarin (20/12), jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare kembali menyelenggarakan kegiatan positif, Jum'at (21/12).

Kegiatan yang diberi nama stadium general ini berlangsung di Aula IAIN Parepare. Diikuti ratusan mahasiswa, stadium general ini mengangkat tema merawat kebhinekaan dalam bingkai NKRI, menjinakkan sikap intoleransi dalam berbangsa dan bernegara.



Ketua Panitia, Dr. Fikri mengungkapkan tema tersebut dipilih karena melihat realitas adanya ancaman terhadap Negara kesatuan Republik Indonesia. IAIN Parepare sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam turut mempunyai peran andil dalam mencegah ancaman tersebut.

"Karena kami dari perguruan tinggi Islam, maka kami berusaha untuk memproteksi, menjaga persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,"ucap Fikri.



Hadir narasumber Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Prof. Dr. H. Irfan Idris, MA.

"Mari kita pertahankan NKRI di tengah kebhinekaan, kita pertahankan perbedaan di tengah persatuan dan kita bersatu di tengah keanekaragaman bukan keseragaman yang dikehendaki tetapi keragaman yang harus kita perhatahankan, bhineka tunggal ika," ajak Irfan Idris saat menyampaikan materi.

Kamis, 20 Desember 2018

Saring Sebelum Sharing Cegah Penyebaran Hoax dan Ujaran Kebencian

IAIN Parepare--- Ratusan  orang mengikuti seminar nasional yang diselenggarakan oleh jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare di Auditorium IAIN Parepare, Kamis (20/12).



Dipilihnya  tema cerdas bermedia sosial dikarenakan maraknya berita-berita hoax dan ujaran kebencian yang tersebar pada dunia maya.

Hadir empat narasumber di antaranya Ach. Dhofir Zuhry (Rektor STIF Al-Farabi, Malang. Penulis buku Peradaban Sarung), M. Ali Rusdi Bedong (Dosen IAIN Parepare, penulis buku Maqashid al-Mukallaf), Syafrillah Syahrir (Peneliti Litbang Sulawesi Selatan, penulis buku Calabai) dan Zulkarnain AS (Dosen Teknik Arsitektur UIN Alauddin Makassar, penulis buku Guru Malaikat).

[caption id="attachment_9373" align="alignnone" width="300"] Moderator: Islamul Haq[/caption]

Salah satu narasumber, Syafrillah Syahrir mengungkapkan pentingnya saring sebelum sharing ketika membaca suatu informasi.

“Kenali sumber media, apakah abal-abal atau kredibel? Kenali konteks berita, kapan di mana, siapa yang membuat berita itu? Jangan terpedaya dengan judul, semua berita wajib dibaca tuntas. Jangan percaya pada meme, minta link beritanya. Kemudian puasa sebar, semua berita meragukan berhenti di Anda,” jelas Syafrillah Syahril saat menyampaikan materi.

Sementara Budiman ketua jurusan Syariah dan Ekonomi Islam berharap agar para peserta seminar dapat mengamalkan apa yang didapatkan oleh para pemateri.

“Orang yang cerdas itu adalah orang yang mengamalkan ilmunya. Kalau ada orang yang berilmu sampai langit, tidak diamalkan nonsen itu. Amal, aktivitas, perilaku atau apa saja harus kembali ke empat kriteria. Pertama, sebelum bertindak harus tau dulu (paham) harus cerdas. Kemudian niat, lalu sabar dan keikhlasan,” ucap Budiman menutup seminar.

Dalam seminar tersebut juga dirangkaikan pengumuman para pemenang nominasi Syariah Award 2018. Berbagai penghargaan diberikan kepada mahasiswa berprestasi, alumni inspiratif, dosen, serta program studi terbaik yang ada di jurusan Syariah dan Ekonomi Islam.

P2M IAIN Parepare Lakukan Ekspose Edom

IAIN Parepare--- Pusat Penjaminan Mutu (P2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan ekspose evaluasi dosen oleh mahasiswa (Edom) di ruang seminar Pascasarjana IAIN Parepare, Kamis (20/12).



Sebelumnya, mahasiswa telah melakukan evaluasi dosen pada perkuliahan semester genap tahun akademik 2017/2018.

Evaluasi ini dilakukan untuk mendeteksi kekukurangan-kekurangan yang akan segera ditanggapi. Selain itu, ekspose ini juga akan menjadi dasar apabila tim assessor berkunjung ke IAIN Parepare. Hal ini dijelaskan oleh Dr. Firman terkait pentingnya melksanakan ekspose.

“Kalau ini tidak dilaksanakan, tahun yang akan datang tidak mungkin assessor mau mengkases ke lapangan kalau tidak ada dasarnya,” ucap Firman, Kepala P2M IAIN Parepare.



Hadir membuka kegiatan Dr. Sudirman L, selaku Pelaksana tugas (Plt) Wakil Rektor II IAIN Parepare. “Menyangkut sarana dan prasarana insyaa Allah itu tanggungjawab pimpinan dan adapun pelaksanaan dari kerja yang menjadi tugas utama kita di lembaga ini, semuanya harus berperan. Seperti evaluasi ini, apapun hasilnya perlu di follow up apalagi kita akan menghadapi awal tahun dan akan menyusun lagi anggaran dalam rapat kerja. Maka tolong poin-poin yang menjadi unsur utama perlu menjadi skala prioritas,” jelasnya sebelum membuka kegiatan.

MASIKA ICMI akan Beri Beasiswa Mahasiswa IAIN Parepare Ikut Event Antar Bangsa

IAIN Parepare--- Program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris jurusan Tarbiyah dan Adab IAIN Parepare menggelar  Stadium general bertemakan Education in Southeast ASIA (a Comparative study between Indonesia-Thailand) di Auditorium IAIN Parepare, Rabu (19/12).

Ketua Penanggungjawab Prodi Bahasa Inggirs (PBI), Mujahidah mengungkapkan stadium general ini dilaksanakan dalam rangka membuka cakrawala mahasiswa dalam hal pendidikan antara Indonesia dan Thailand.

“Perbedaan pendidikan antara Indonesia dan Thailand tidak terlalu signifikan, karena Thailand hanya  berada satu level lebih tinggi dibandingkan di Indonesia. Tapi ada beberapa kebijakan pemerintah Indonesia yang perlu diperhatikan sehingga dapat mewujudkan pendidikan yang merata.

Lebih lanjut, mujahidah juga menjelaskan kegiatan ini merupakan feedback dari kegiatan WoCESA.

“Kegiatan ini sebenarnya kunjungan balasan yang pernah dilakukan Prodi PBI di tiga negara yaitu Malaysia, Thailand dan Singapura, dan salah satu perguruan tinggi yang dikunjungi adalah Fatoni University,” tambahnya.

Stadium general ini dihadiri 400 lebih peserta dengan menghadirkan narasumber Assist Prod/ Dr. Mahamadaree Waeno (Fatoni University, Thailand) dan Ismail Suardi Wekke, Ph. D (STAIN Sorong, Indonesia) dengan moderator Wahyu Hidayat, Ph. D.



“Selaku Wakil Ketua Umum Majelis Sinergi Kalam (MASIKA) Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia (ICMI) menghelat acara stadium general ini sebagai ajang menyemai tunas cendekia. Untuk itu, MASIKA ICMI akan menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa IAIN Parepare, dalam batas kemampuan yang terbatas untuk mengikuti event antar bangsa,” tulis Ismail Suardi Wekke dalam akun instagramnya usai mengikuti kegiatan.

Rabu, 19 Desember 2018

Tingkatkan Kualitas Karya Ilmiah Mahasiswa Tanpa Plagiarism

IAIN Parepare--- Program studi Ekonomi Syariah jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN Parepare) melaksanakan workshop metode penelitian kualitatif dan penelitian kuatitatif di Aula IAIN Parepare, Rabu (19/12).

Hadir narasumber metode penelitian kuantitatif Dr. Hj. Sri Undai Nurbayani, M. Si (Dosen Fakultas Ekonomi UNHAS Makassar), narasumber metode penelitian kualitatif Dr. Fikri, M.HI (Dosen IAIN Parepare), narasumber praktikum metode kualitatif dan kuantitatif yaitu pedoman wawancara dantabulasi data Abd. Hamid, SE., MM (Dosen IAIN Parepare), dan narasumber praktikum statistik (SPSS) Syahriyah Semaun, SE., MM (Dosen IAIN Parepare).

[caption id="attachment_9358" align="alignnone" width="300"] Foto mulai sisi kiri: Syahriyah Semaun, SE., MM, Dr. Hj. Sri Undai Nurbayani, M. Si, Dr. Zainal Said, MH, dan Dr. Fikri, M.HI.[/caption]

Syahriyah Semaun yang juga selaku Ketua penanggungjawab Prodi Ekonomi Syariah mengungkapkan workshop ini dilakukan untuk lebih meningkatkan kualitas mahasiswa khususnya di Prodi Ekonomi Syariah dalam penulisan karya ilmiah.

Dengan mengusung tema  peningkatan kualitas karya ilmiah dalam mempertahankan originalitas, kegiatan ini diikuti ratusan peserta yang terdiri dari semester tiga, lima dan tujuh.

“Tidak menutup kemungkinan, materi ini penting untuk semester 3  karena sekarang mereka juga mengikuti mata kuliah statistik dan semester 5 sudah selesai tahapan statistik dua jadi yang lebih mendalami semester 7 yang sedang proposal,” ucapnya.



Kegiatan berlangsung sehari ini, dirasa sangat penting dilakukan menurut Dr. Fikri selaku sekretaris Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam. Hal ini dikarenakan pentinya mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah tanpa plagiarism.

“Bagaimana anak-anakku itu bisa menghasilkan karya ilmiah yang baik, terbebas dari plagiarism. Ini hal terpenting yang harus diperhatikan, kenapa? Karena mulai saat ini semester 3, 5 dan 7 dibekali pengetahuan tentang bagaimana menulis dengan baik menghasilkan suatu karya ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan dan sekaligus menghasilkan suatu keilmuan yang bisa dinikmati siapa saja yang membacanya,” jelas Fikri saat member sambutan.

Tanggapan senada juga disampaikan oleh Dr. Zainal Said, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) IAIN Parepare.

“Kegiatan ini menurut saya sangat penting dan saya berharap adik-adik mahasiswa bisa mengikuti secara saksama. Semester 3 ini, harusnya memahami lebih awal supaya kekeliruan-kekeliruan dalam menulis itu bisa diminimalisir,” tanggapnya sebelum membuka kegiatan mewakili Rektor IAIN Parepare.

Hari Terakhir, Test SKB CPNS Satuan Kerja IAIN Parepare

IAIN Parepare--- Memasuki hari ketiga terakhir tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) satuan kerja Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Kamis (19/12).

Dalam proses seleksi kompetensi bidang ini dibagi menjadi beberapa tahapan mulai dari tes terulis psikotes, wawancara, dan praktik kerja.

"Pada bidang wawancara ini kita sudah terkoneksi dengan sistem yang ditetapkan oleh Panselnas, makanya kita ini sebagai penguji di bidang wawancara memang kita berpedoman dengan sistem yang ditetapkan oleh Panselnas (Panitia Seleksi Nasional tes Calon Pegawai Negeri Sipil). Kita dipandu dengan item-item pertanyaan yang akan dipertanyakan kepada semua peserta," ucap Dr. Sudirman L, Pelaksana tugas Wakil Rektor II IAIN Parepare selaku pewawancara.



Selain itu, setiap peserta ujian juga diberi pertanyaan seputar keagamaan. "Kita ingin mengukur wawasan kebangsaan terutama paham-paham keagamaan, toleransi beragama termasuk kemampuan baca tulis Al-Qur'an karena mereka cikal bakal menjadi dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN)," tambahnya.

Nurfadillah salah satu peserta ujian, mengungkapkan menyiapkan berbagai bekal pengetahuan.

"Persiapannya cukup memperbanyak pengetahuan tentang kondisi Indonesia, terutama yang sedang santer-santernya saat ini. Kemudian pengetahuan tentang kementerian agama dan tentang IAIN Parepare," ucapnya saat ditemui di lokasi tes, lantai 5 Aula perpustakaan IAIN Parepare.

 

 

Galeri Foto, Benchmarking di Dua Kampus Ternama

IAIN Parepare--- Tim pengelolah zona akreditasi kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melakukan Benchmarking di dua kampus ternama yang ada di Indonesia, yakni Universitas Padjajaran  dan Universitas Gunung Djati Bandung. Bernchmaking merupakan study banding yang dilakukan dalam rangka upaya  peningkatan kualitas IAIN Parepare khususnya dalam hal akreditasi baik itu institusi maupun program studi.